Bagikan :

Tampilkan postingan dengan label Canon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Canon. Tampilkan semua postingan

2014-06-07T08:18:00+07:00

: Posted on Sabtu, 07 Juni 2014 - 08.18 with No comments

Canon Legria Mini X merupakan produk kamera video (camcorder) yang sepertinya dirancang untuk memanfaatkan trend kegiatan merekam video diri sendiri (video selfie). Kamera video Canon Legria Mini X menggunakan CMOS 12 megapixel serta didukung prosesor Digic DV4. Format video yang dihasilkan adalah MP4 dan AVCHD (50i).

Canon Legria Mini X. Kamera Digital
Canon Legria Mini X.
Camcorder Canon Legria Mini X Cocok bagi Maniak Selfie.

Mengetahui adanya tren pengguna yang gemar merekam video diri sendiri, Canon memperbarui lini produk camcorder dengan meluncurkan Legria Mini X yang dibekali lensa sudut pandang lebar. Legria Mini X dilengkapi dengan sejumlah fasilitas yang memudahkan perekaman video diri sendiri atau populer disebut selfie. Ia didesain agar pas di telapak tangan, dengan layar LCD yang bisa ditekuk untuk menghadap ke pengguna. Bukan hanya itu, layar ini juga bisa ditekuk ke arah sebaliknya.

Peluncuran LEGRIA Mini di Indonesia dilakukan bersamaan dengan peluncuran dua kamera Compact milik Canon yaitu, PowerShot G1 X Mark II dan PowerShot N100 pada, Kamis (5/6/2014), di pulau Pantara Kepulauan Seribu.

Camcorder tersebut didukung sensor CMOS 12 megapixel dan prosesor Digic DV4. Kualitas video tangkapannya mencapai full-HD (1920x1080) dalam format MP4 dan AVCHD (50i). Uniknya, Legria Mini X dapat dipakai untuk merekam gambar dengan efek slow-motion yang memperlambat rekaman hingga 1/4x (pada resolusi VGA) dan efek fast-motion yang mempercepat perekaman 4x. Canon juga membekali fitur Electronic Image Stabilizer (EIS) guna merekam guncangan saat merekam dalam genggaman tangan.

Di bagian belakang perangkat ini tersedia penyangga yang memudahkan Legria Mini X ditempatkan di mana saja tanpa memerlukan tripod dan dapat diatur posisi horizontal hingga sudut kemiringan 60 derajat.

Customer Relation Canon Division PT Datascrip, Dody Djanuardo menjelaskan, kelebihan yang ditonjolkan pada produk ini adalah kemampuan merekam suara berkualitas tinggi dalam format Linear PCM (16-bit/ 48 KHz). "Unit mikrofon dilengkapi audio kompresor untuk meminimalkan kontras antara suara lembut dan suara keras, serta mengurangi suara gangguan dari lingkungan sekitar. Legria Mini X dapat menjaga kualitas suara di berbagai kondisi, di berbagai tempat," ujar Dody dalam jumpa pers di Pulau Pantara, Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Perangkat ini juga dilengkapi dengan fitur Wi-Fi agar mudah terhubung dengan ponsel pintar Android dan iPhone dan bisa langsung mengunggahnya ke media sosial. Rencananya Legria Mini X akan mulai dipasarkan pada pertengahan Juni 2014 dengan harga Rp 4,5 juta.

www.tribunnews.com

2014-06-06T07:59:00+07:00

: Posted on Jumat, 06 Juni 2014 - 07.59 with No comments

Canon PowerShot N100 merupakan model kamera yang unik karena dibekali dual kamera dan juga dual capture. Sebagai sebuah kamera saku, Canon PowerShot N100 memiliki kamera utama di bagian depan, dan juga punya kamera kedua yang tersemat di atas layar sentuh LCD di bagian belakang. Dengan keberadaan kamera kedua di belakang tersebut, pengguna bisa melakukan aksi selfie yang umumnya dilakukan dengan menggunakan kamera pada ponsel.

Canon PowerShot N100. Kamera Digital
Canon PowerShot N100.
PowerShot N100, Kamera Saku Rasa Smartphone.

Popularitas smartphone telah memaksa para produsen kamera saku terus berinovasi agar produk-produknya tak kalah bersaing dengan gadget mobile berkamera. Masing-masing memiliki caranya sendiri, mulai dari membuat kamera berbasis Android sampai modul lensa terpisah untuk ponsel pintar. Nah, yang dilakukan oleh Canon pada PowerShot N100 terbilang unik. Kamera yang turut dipajang pada pameran fotografi CP+ di Yokohama beberapa waktu lalu ini dibekali dengan serangkaian fitur pengambilan gambar yang umum ditemukan pada smartphone. Contohnya antara lain adalah keberadaan kamera kedua di bagian atas LCD di sisi belakang yang memungkinkan pengguna menjepret foto selfie. Kamera kedua yang menghadap ke arah pengguna ketika membidik gambar ini dilengkapi lensa dengan cakupan cukup lebar, yakni 25mm (ekuivalen 35mm).

Tak hanya itu, Canon juga menanamkan fungsi dual capture sehingga pemilik PowerShot N100 bisa mengambil gambar dari kamera utama dan kamera sekunder secara bersamaan dan menggabungkan hasilnya dalam satu frame. Fitur ini mirip dengan kemampuan serupa yang terdapat pada smartphone seperti Samsung Galaxy S4.

Produk yang memiliki embel-embel "Story Camera" ini juga mengusung kemampuan menyusun video bernama "Story Highlight" dari rangkaian foto dan klip video yang diambil dalam satu hari. Fitur tersebut kurang lebih serupa dengan video Hightlights Reel dari smartphone HTC One, juga Story Maker ala BlackBerry 10.

Hasil foto dan video tangkapan PowerShot N100 bisa langsung ditransfer ke gadget mobile dengan fitur konektivitas WiFi yang disediakan. Ada pula sejumlah filter gambar berbau retro yang umum ditemukan di kamera saku masa kini.

Semua kemampuannya membuat PowerShot N100 terasa sangat mirip dengan smartphone dalam hal kapabilitas pengambilan gambar dan penyajian momen-momen yang terekam. Akan tetapi, berbeda dari seri Galaxy Camera milik Samsung, misalnya, konvergensi antara kamera dan smartphone pada PowerShot N100 lebih menitikberatkan pada kapabilitas kamera tanpa disertai OS mobile macam Android.

Tentu, PowerShot N100 juga bisa difungsikan layaknya kamera konvensional. Kamera utama (di bagian depan) produk ini dilengkapi sensor berukuran 1/1,7 inci yang dipasangkan dengan lensa berjangkauan 24-120mm (ekuivalen full-frame) f/1.8-5.9/. Di samping itu, PowerShot N100 turut menyediakan layar sentuh LCD 3 inci yang bisa ditekuk ke atas selebar 90 derajat. Produk ini rencananya akan mulai dipasarkan pada Mei mendatang dengan kisaran harga 350 dollar AS.

tekno.kompas.com

2014-05-18T08:17:00+07:00

: Posted on Minggu, 18 Mei 2014 - 08.17 with No comments

Canon Powershot G1X Mark II merupakan model kamera digital terbaru besutan Canon yang dijadwalkan bakal tersedia di pasar mulai April 2014. Canon Powershot G1X Mark II menjadi penerus dari model PowerShot G1X yang sudah muncul terlebih dahulu pada tahun 2012. Seri G1X ini dirancang dengan desain sebagai kamera saku tapi memiliki sensor yang hampir sama dengan kamera DSLR.

Canon Powershot G1X Mark II. Kamera Digital
Canon Powershot G1X Mark II.
Menjajal Canon Powershot G1X Mark II.

PowerShot G1X Mark II yang diperkenalkan beberapa waktu lalu di tahun 2014 ini dirancang untuk menjadi generasi penerus dari PowerShot G1X yang telah diperkenalkan pada 2012 lalu. Lini produk kamera ini terbilang unik karena secara teknis merupakan kamera saku dengan lensa yang terpasang permanen, tapi dibekali dengan sensor berukuran 1,5 inci yang besarnya hampir menyamai kamera DSLR. Canon Powershot G1X Mark II mengusung banyak perubahan dan memperbaiki banyak kekurangan pendahulunya. G1X Mark II, misalnya, tak lagi memiliki jendela bidik optis yang memang memiliki cakupan terbatas. Alhasil, kamera ini pun tampak lebih ramping dengan sisi atas yang sedikit dipangkas, walaupun tetap tak bisa dibilang "pocketable" alias muat di saku. Ini karena bagian lensa yang agak mencuat ke luar.

Lensa itu pun telah diperbarui. Jangkauannya kini mencapai 24-120mm (ekuivalen 35mm) dengan bukaan f/2.0-3.9. Angka focal length itu lebih tinggi di sisi cakupan wide dan tele dibanding lensa milik G1X generasi pertama, tetapi sekaligus memiliki bukaan lebih besar. Lensa ini dilengkapi dengan dua buah ring. Satu ring berfungsi untuk mengatur parameter kamera (aperture/ shutter speed), sementara lainnya merupakan manual focus ring yang bisa digunakan untuk mengatur fokus sewaktu-waktu. Mekanisme zoom tetap dijalankan dengan kenop di sekeliling tombol shutter, layaknya kamera saku.

Canon Powershot G1X Mark II (Gambar 2). Kamera Digital
Canon Powershot G1X Mark II (Gambar 2).
Lampu flash pun didesain ulang dengan menerapkan konsep pop-up disertai pemakaian engsel, dibanding G1X generasi pertama yang ditempatkan secara fixed menghadap bagian depan bodi, mirip dengan PowerShot G12. Model flash dengan engsel fleksibel ini memiliki kelebihan karena bisa ditekuk ke belakang untuk memantulkan flash ke langit-langit ruangan (bounce).

Engsel layar LCD juga mengalami perubahan, di mana jenisnya kini menjadi tiltable display, bukan fully articulated screen seperti pendahulunya. Meski juga bisa ditekuk hingga 180 derajat ke arah depan, layar ini kurang fleksibel karena tak bisa diputar ke atas/ bawah saat kamera berada dalam orientasi portrait atau vertikal. Sebagai alternatif layar LCD, G1X Mark II kini menyediakan akeseoris jendela bidik elektronik (EVF-DC1) yang bisa dibeli terpisah. EVF yang terpasang di hot shoe G1X Mark II ini dibekali dengan sensor jarak sehingga bisa diaktifkan secara otomatis ketika pengguna mendekatkan mata untuk melakukan framing. Adapun EVF-DC1 memiliki resolusi 2,36 megapixel atau XGA. Viewfinder elektronik ini bisa ditekuk ke atas untuk pengambilan foto dengan sudut low-angle

Dari segi layout tombol, tak banyak perubahan yang diterapkan oleh Canon. Hampir semuanya tetap berada ditempat yang sama dengan fungsi serupa pula. Begtu pula dengan tampilan menu untuk mengatur aneka macam setting kamera yang pasti familiar dengan pengguna seri kamera saku PowerShot dari Canon.

Canon Powershot G1X Mark II (Gambar 3). Kamera Digital
Canon Powershot G1X Mark II (Gambar 3).
Di bagian dalam G1X Mark II tertanam sensor 12 megapixel dengan luas penampang yang 4,5 kali lebih besar dibandingkan sensor tipe 1/1,7 inci yang umum terdapat di kamera saku. Meski resolusinya sedikit lebih kecil dibanding G1X generasi pertama (14 megapixel), G1X Mark II menjanjikan kualitas tangkapan foto yang lebih baik dengan paduan prosesor gambar Digic 6.

Sistem autofokus tak lupa ditingkatkan kualitasnya. G1X Mark II kini memiliki 31 titik AF, dibandingkan seri pertama kamera ini yang hanya berjumlah sembilan. Berdasarkan pengalaman Kompas Tekno menjajalnya di pameran fotografi CP+ di Yokohama, Jepang, 13 Februari lalu, autofokus G1X Mark II terasa lebih gegas dari pendahulunya.

Lensa yang memiliki bukaan lebih lebar juga menghasilkan bokeh (blur) yang lebih halus. Sayang, pihak Canon belum dapat memberikan sample foto karena model yang dipajang dalam pameran ketika itu bukan merupakan versi final atau production model.

Secara umum, menggunakan G1X Mark II memberi sensasi yang berbeda dibanding G1X generasi pertama, namun tetap familiar untuk siapapun yang pernah menggunakan kamera saku PowerShot "G Series" dari produsen ini. Dengan harga retail yang dipatok pada kisaran 800 dollar AS. G1X Mark II akan berhadapan dengan model-model kamera saku high-end seperti Sony RX100 Mark II yang jauh lebih ramping meski memiliki sensor lebih kecil, juga dengan model-model kamera mirrorless dari beberapa produsen yang berada pada level harga tersebut.

Daya tarik utama yang ditawarkan G1X Mark II adalah kombinasi sensor besar dan lensa berbukaan lebar dengan jangkauan luas. Harga yang harus dibayar untuk mendapatkan dua hal tersebut adalah ukuran fisik yang terbilang bongsor untuk ukuran "kamera saku". Mampukah G1X Mark II menarik hari konsumen?

tekno.kompas.com

Kamera Digital, sejak 30 April 2014 | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
Kamera Digital