Bagikan :

Tampilkan postingan dengan label KAMERA SAKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAMERA SAKU. Tampilkan semua postingan

2014-06-06T07:59:00+07:00

: Posted on Jumat, 06 Juni 2014 - 07.59 with No comments

Canon PowerShot N100 merupakan model kamera yang unik karena dibekali dual kamera dan juga dual capture. Sebagai sebuah kamera saku, Canon PowerShot N100 memiliki kamera utama di bagian depan, dan juga punya kamera kedua yang tersemat di atas layar sentuh LCD di bagian belakang. Dengan keberadaan kamera kedua di belakang tersebut, pengguna bisa melakukan aksi selfie yang umumnya dilakukan dengan menggunakan kamera pada ponsel.

Canon PowerShot N100. Kamera Digital
Canon PowerShot N100.
PowerShot N100, Kamera Saku Rasa Smartphone.

Popularitas smartphone telah memaksa para produsen kamera saku terus berinovasi agar produk-produknya tak kalah bersaing dengan gadget mobile berkamera. Masing-masing memiliki caranya sendiri, mulai dari membuat kamera berbasis Android sampai modul lensa terpisah untuk ponsel pintar. Nah, yang dilakukan oleh Canon pada PowerShot N100 terbilang unik. Kamera yang turut dipajang pada pameran fotografi CP+ di Yokohama beberapa waktu lalu ini dibekali dengan serangkaian fitur pengambilan gambar yang umum ditemukan pada smartphone. Contohnya antara lain adalah keberadaan kamera kedua di bagian atas LCD di sisi belakang yang memungkinkan pengguna menjepret foto selfie. Kamera kedua yang menghadap ke arah pengguna ketika membidik gambar ini dilengkapi lensa dengan cakupan cukup lebar, yakni 25mm (ekuivalen 35mm).

Tak hanya itu, Canon juga menanamkan fungsi dual capture sehingga pemilik PowerShot N100 bisa mengambil gambar dari kamera utama dan kamera sekunder secara bersamaan dan menggabungkan hasilnya dalam satu frame. Fitur ini mirip dengan kemampuan serupa yang terdapat pada smartphone seperti Samsung Galaxy S4.

Produk yang memiliki embel-embel "Story Camera" ini juga mengusung kemampuan menyusun video bernama "Story Highlight" dari rangkaian foto dan klip video yang diambil dalam satu hari. Fitur tersebut kurang lebih serupa dengan video Hightlights Reel dari smartphone HTC One, juga Story Maker ala BlackBerry 10.

Hasil foto dan video tangkapan PowerShot N100 bisa langsung ditransfer ke gadget mobile dengan fitur konektivitas WiFi yang disediakan. Ada pula sejumlah filter gambar berbau retro yang umum ditemukan di kamera saku masa kini.

Semua kemampuannya membuat PowerShot N100 terasa sangat mirip dengan smartphone dalam hal kapabilitas pengambilan gambar dan penyajian momen-momen yang terekam. Akan tetapi, berbeda dari seri Galaxy Camera milik Samsung, misalnya, konvergensi antara kamera dan smartphone pada PowerShot N100 lebih menitikberatkan pada kapabilitas kamera tanpa disertai OS mobile macam Android.

Tentu, PowerShot N100 juga bisa difungsikan layaknya kamera konvensional. Kamera utama (di bagian depan) produk ini dilengkapi sensor berukuran 1/1,7 inci yang dipasangkan dengan lensa berjangkauan 24-120mm (ekuivalen full-frame) f/1.8-5.9/. Di samping itu, PowerShot N100 turut menyediakan layar sentuh LCD 3 inci yang bisa ditekuk ke atas selebar 90 derajat. Produk ini rencananya akan mulai dipasarkan pada Mei mendatang dengan kisaran harga 350 dollar AS.

tekno.kompas.com

2014-05-26T03:46:00+07:00

: Posted on Senin, 26 Mei 2014 - 03.46 with No comments

Kamera Sony RX100 Mark III atau yang disebut juga dengan nama Sony RX100M3 telah resmi dilepas di pasaran. Sony RX100 Mark III merupakan generasi penerus dari model RX100 Mark II. Model terbaru ini mengusung beberapa spesifikasi yang cukup canggih sehingga harganya pun terdongkrak menjadi cukup mahal bagi kebanyakan pengguna. Kamera digital ini memiliki fasilitas electronic viewfinder (EVF) yang bisa dimasukkan pada sisi kanan bodi dan bisa dimunculkan jika akan digunakan.
DSC - RX100 berperan dalam membentuk titik high-end dan menembak kategori kamera digital ketika memulai debutnya pada tahun 2012. Versi Mark II tahun lalu adalah spec benjolan kecil, tapi baru RX100 Mark III memiliki beberapa fitur mengejutkan yang Anda tidak pernah harapkan dari kamera begitu kecil. Pada pandangan pertama, $ 999 ( RRP Australia ) RX100 Mark III - tersedia pada bulan Juni - terlihat seperti nenek moyang nya. Dalam ukuran dan bentuk itu hampir identik. Tapi di bawah permukaan adalah beberapa perubahan penting yang membedakannya di jalan besar. Yang pertama adalah 1,44 juta dot jendela bidik OLED yang muncul dari panel atas kamera, fitur Sony mengatakan pengguna yang berteriak-teriak untuk. Sayangnya hardware tambahan bergerak flash pop -up ke pusat tubuh kamera, yang menggantikan hot shoe sepenuhnya dan tidak meninggalkan pilihan untuk menghubungkan mikrofon atau flash eksternal. Tapi setidaknya terang sinar matahari tidak akan lagi menghambat komposisi Anda ! Perubahan yang paling menonjol lain untuk RX100 adalah lensa. Dimana versi sebelumnya memiliki af/1.8-4.9 24 - 100mm (setara ) zoom, lensa Mark III adalah f/1.8-2.8 24 - 70mm. Itu berarti Anda akan mendapatkan lensa cerah sepanjang rentang zoom dengan mengorbankan, baik, rentang zoom. Ini adalah langkah yang cerdas oleh Sony, karena kebanyakan penembak mungkin menghargai aperture yang lebih besar atas sedikit lebih panjang zoom. Perubahan lain yang ditemukan di RX100 Mark III mencakup 180 derajat LCD tilt - mampu untuk Selfie - miring, dan fitur video yang sangat keren - pembacaan pixel penuh seperti RX10, yang memiliki kualitas video yang hebat. Itu berarti rekaman video pada Mark III tidak akan terganggu oleh aliasing dan pola moire jelek. Bersukacitalah ! Dan itu tidak semua. Codec video telah ditingkatkan ke baru XAVC - S codec, merekam Full HD di 50MB / s ! Yang seharusnya terasa meningkatkan kualitas video, serta tingkat dukungan bingkai hingga 120 fps. Ini semua berkat prosesor Bionz X, yang Sony telah menempatkan di semua kamera baru tahun ini. Bonus lain untuk video dan foto pengguna sama ini dibangun dalam tiga langkah ND Filter untuk mengontrol kedalaman - of-field Anda dalam pengaturan terang. Hal ini membuat untuk agak lambat maksimum shutter speed 1/2000.

Sony RX100 Mark III. Kamera Digital
Sony RX100 Mark III.
Kamera Sony Punya Jendela Bidik Tersembunyi.

Generasi ketiga dari seri kamera saku populer RX100 telah diluncurkan oleh pembuatnya, Sony. Kamera saku bernama lengkap Sony RX100 Mark III ini dibekali sejumlah fitur baru. Di antaranya sebuah jendela bidik elektronik yang tersembunyi di dalam bodi kamera dan bisa dimunculkan dengan menekan sebuah tuas (pop-up), mirip mekanisme pelepasan flash pada sebagian kamera.

Sebagaimana dilansir oleh PetaPixel, jendela bidik atau electronic viewfinder (EVF) yang tersimpan di sisi kiri kanan atas kamera tersebut datang dari jenis "Tru Finder" 1,4 M OLED. Namun keberadaan EVF ini menghilangkan hotshoe yang disertakan pada RX100 Mark II.

Fitur baru lainnya termasuk lensa Zeiss 24-70mm (dalam format 35mm) f/1.8-2.8 yang memiliki bukaan lebih lebar dari kamera generasi sebelumnya. Namun sensor yang diletakkan di belakang lensa itu tetap sama, yaitu unit CMOS 20 megapixel berukuran 1 inci yang juga terpasang pada produk terdahulu. RX100 Mark III kini juga dibekali dengan prosesor Bionz X seperti yang terdapat pada seri kamera mirrorless full-frame Sony A7.

Selain melalui EVF, pengguna juga bisa membidik gambar lewat layar LCD 3 inci yang bisa ditekuk ke atas dan ke bawah (tilting screen).

Kecanggihan RX100 Mark III mesti ditebus dengan harga mahal. Kamera ini dibanderol 800 dollar AS atau sekitar Rp 9,2 juta. RX100 Mark III dijadwalkan mulai tersedia di pasaran mulai bulan Juni mendatang.

tekno.kompas.com

Kamera Digital, sejak 30 April 2014 | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
Kamera Digital