Bagikan :

Tampilkan postingan dengan label MIRRORLESS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MIRRORLESS. Tampilkan semua postingan

2014-06-08T07:47:00+07:00

: Posted on Minggu, 08 Juni 2014 - 07.47 with No comments

Daftar 10 kamera digital terbaik yang kini telah beredar di pasaran telah dirilis situs Business Insider. 10 kamera digital terbaik tersebut adalah Nikon D4, Olympus OM-D E-M1, Canon EOS 5D Mark III, Canon EOS 6D, Olympus OM-D EM-5, Nikon D7100, Nikon D600, Sony a NEX 7, Sony Alpha SLT-A99, dan Sony a NEX 5N.

Nikon D4. Kamera Digital
Nikon D4.
10 Kamera Digital Terbaik di Pasaran.

Meski fitur kamera yang tersedia pada smartphone perlahan-lahan mampu menggeser posisi kamera digital, namun masih banyak orang yang menggemarinya. Para pehobi fotografi dan fotografer profesional masih memilih menggunakan kamera digital, baik jenis DSLR atau pun mirrorless, untuk mengambil gambar. Bagi Anda yang menggemari perangkat kamera digital, laman Business Insider melansir daftar 10 kamera digital terbaik yang kini beredar di pasaran. Daftar tersebut merupakan hasil riset situs analisis FindTheBest yang didasari oleh kombinasi penilaian spesifikasi teknis dan ulasan dari sejumlah situs teknologi ternama sepert DPreview, PC Mag, dan Cnet.

Anda pensaran? Berikut daftar 10 kamera terbaik di pasaran.

1. Nikon D4
PC Mag, Cnet, dan DPreview kompak menyebut Nikon D4 sebagai yang terbaik. Dengan kecepatan, ketepatan, dan fitur yang sangat banyak, kamera DSLR ini bukan untuk seorang pemula. PC Mag menuliskan, "Nikon D4 adalah impian para fotografer profesional dengan navigasi yang sangat baik serta fitur mengesankan."

2. Olympus OM-D E-M1
Olympus OM-D E-M1 menjadi kamera terbaik dan mendapat penghargaan Editors' Choice dari PC Mag. Kamera mirrorless ini memang menyasar segmen premium dengan fitur-fitur yang tentunya juga premium. Beberapa fitur yang diandalkan adalah; pembersih debu otomatis pada sensor, layar berengsel yang dapat dimiringkan, serta ketersediaan filter dan kontrol warna.

3. Canon EOS 5D Mark III
PC Mag memberi ulasan, "di sektor desain, Canon EOS 5D Mark III tidak banyak berubah dari generasi sebelumnya, tapi ada banyak perubahan signifikan di dalamnya." Meski tampilannya mirip dengan pendahulunya, EOS 5D Mark II, pengguna tidak akan kecewa karena perbaikan pada sektor kemampuannya cukup besar, autofocus terasa lebih cepat, resolusi layar LCD lebih baik, dan kinerja yang lebih ringan dan cepat.

4. Canon EOS 6D
Canon EOS 6D menawarkan kualitas gambar jempolan ditambah dengan fitur-fitur canggih. Salah satu fitur yang paling banyak dimanfaatkan oleh para pengguna adalah fitur WiFi dan GPS, mode senyap pada shutter, dan kemampuan fokus pada cahaya rendah.

5. Olympus OM-D EM-5
OM-D EM-5 adalah kamera mirrorless unggulan yang lensanya dapat diganti-ganti. Cnet tanpa ragu menyebutnya, "jika Anda mencari kamera yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih canggih, OM-D EM-5 adalah pilihan yang tepat."

6. Nikon D7100
D7100 dibekali kecepatan mencari fokus yang luar biasa, desainnya pun sangat apik. DPreview mengulasnya dan menuliskan, "D7100 sangat cocok bagi para fotografer yang menyukai kamera konvensional, kokoh dalam genggaman. Kualitas gambarnya mengesankan."

7. Nikon D600
Nikon D600 adalah kamera yang sangat baik, mampu memberikan kualitas gambar menawan berkat fitur sensor full-frame yang ditawarkan. Menariknya, ia dipasarkan dengan harga terjangkau. Cnet menyebutkan, "Nikon D600 adalah kamera dengan harga yang terjangkau, Anda hanya butuh membeli lensa yang bagus untuk dipadukan dengan kamera ini."

8. Sony a NEX 7
Di dalam desainnya yang kompak, Sony menjejali Nex 7 dengan banyak fitur fungsional. Kamera bersolusi 24,3 megapixel ini juga telah mendukung kemampuan merekam video HD 60p. DPreview mencatat kamera ini dibekali akses navigasi yang sangat mudah dipahami.

9. Sony Alpha SLT-A99
Kamera DSLR ini dibekali sensor full-frame bersolusi 24,3 megapixel. Ia dipersenjatai pula dengan opsi ISO mulai dari 100 hingga 6400. DPreview dalam ulasannya menyebutkan bahwa kamera ini memiliki segudang fitur yang mudah dan praktis untuk digunakan.

10. Sony a NEX 5N
Jangan tertipu dengan penampilannya yang mungil, kamera ini memiliki kemampuan menghasilkan gambar beresolusi besar. Laman DPreview mengatakan, "jika Anda seorang penggemar fotografi pemula dang menginginkan kamera DSLR berukuran mungil, Sony a NEX 5N adalah piliha paling layak."

tekno.liputan6.com

2014-05-26T04:57:00+07:00

: Posted on Senin, 26 Mei 2014 - 04.57 with No comments

Sony A6000 diklaim oleh vendor pembuatnya bahwa kamera mirrorless APS-C ini memiliki kemampuan autofokus yang lebih cepat dari kamera DSLR entry-level. Dibanding model kamera pendahulunya, NEX-6, Sony A6000 memang mengalami peningkatan kecepatan pada autofokus dan kini dianggap sebagai kamera mirrorless APS-C paling cepat di dunia.
Slot Sony A6000 baru ke dalam jangkauan Sony kamera mirrorless antara A5000 yang berfokus pada konsumen dan kisaran-topping tapi lebih tua NEX-7, dan menambahkan sejumlah fitur dan fungsi yang Anda tidak dapat menemukan di salah satu dari model-model tersebut. Dari luar itu terlihat banyak seperti sebelumnya NEX-6 model, setidaknya pada pandangan pertama. Bagian depan kamera didominasi oleh relatif besar, berkaret tangan-grip, yang memungkinkan pengguna untuk memegang kamera dengan nyaman, dan juga menyembunyikan kompartemen kartu bersama baterai / memori pada dasarnya. Anehnya unit review A6000 kami datang dengan lensa 35mm f/2.8 FE, yang Anda tidak dapat benar-benar membeli dalam kit dengan A6000, tetapi yang merupakan tes yang baik kualitas gambar kamera. Kebanyakan orang mungkin akan membeli A6000 dengan Sony E PZ 16-50mm f/3.5-5.6 OSS daya zoom, yang saat lensa zoom E-mount terkecil Bila tidak digunakan, lensa ini ditarik ke perumahan, seperti kompak lensa kamera, memberikan kontribusi banyak untuk profil rendah dari Sony A6000 dan membuat kombinasi cukup kompak untuk muat dalam saku mantel besar. Kelemahan dari menggunakan kekuatan dilipat zoom adalah bahwa hal itu menyebabkan start-up (dan bangun) kali lebih panjang dari biasanya. Mereka yang tidak tertarik pada ide menembak dengan kekuatan zoom tentu bisa membeli kamera dalam konfigurasi body-only. Pada sisi depan-miring di bagian atas tangan-pegangan kita menemukan shutter release dikelilingi oleh baik kaku on / off switch. Dalam penggunaannya, kami telah menemukan bahwa release shutter A6000 adalah kurang sensitif terhadap setengah-tekan dibandingkan dengan kebanyakan kamera lain - pada dasarnya itu diperlukan lebih seperti "tiga-perempat-press" untuk melakukan apa pun. Beberapa fotografer akan seperti ini, sedangkan kepada orang lain ketidakpekaan relatif tombol ini dapat memberikan kesan palsu bahwa kamera kurang responsif daripada yang sebenarnya. Adapun rana itu sendiri, itu lebih keras dan clunkier dalam aksi daripada kebanyakan kamera sistem compact lainnya; agak mengingatkan kembali cermin suatu SLR. Untuk kebanyakan pengguna ini tidak akan menjadi masalah, tetapi jika Anda benar-benar perlu untuk bekerja diam-diam dan diam-diam, Anda mungkin ingin mengambil melihat beberapa pesaing mirrorless yang A6000 itu. Tekan tombol pelepas rana ditekan setengah jalan dan, setelah blink-dan-kau-miss-it saat penyesuaian fokus / eksposur, titik AF / s highlight hijau disertai dengan bunyi bip penegasan untuk menunjukkan bahwa pengguna baik untuk melanjutkan dan mengambil tembakan. Melakukannya, dan dalam modus tembakan resolusi JPEG penuh ditulis ke memori dalam waktu sekitar 2 detik. Perhatikan bahwa itu cukup memakan waktu lama untuk mengubah titik AF di A6000 - secara default, Anda harus mengakses menu Area Fokus via tombol Fn, pilih Fleksibel Spot (Small, Medium atau pengaturan Besar), kemudian gunakan navigasi pad di bagian belakang untuk memilih titik AF, agak lebih lambat dari kamera lain termasuk model A7/7R Sony sendiri. Ada pilihan untuk juga menembak file Raw, atau bahkan lebih berguna bagi mereka yang ingin melakukan lindung nilai taruhan mereka Raw dan JPEG gambar bersama-sama. Anda juga mendapatkan tingkat kompresi Halus atau Normal ditawarkan untuk JPEG. Sony A6000 juga menawarkan tingkat yang sangat mengesankan menembak ledakan 11fps, mengesankan baik pada resolusi megapixel penuh 24 dan dengan pelacakan autofocus, sesuatu yang saingan utamanya tidak dapat bersaing dengan.

Sony A6000. Kamera Digital
Sony A6000.
Menjajal A6000, Mirrorless Terkencang dari Sony.

Beberapa waktu yang lalu Sony telah meluncurkan salah satu kamera mirrorless terbarunya di Indonesia, Sony A6000. Produk ini diklaim memiliki kinerja autofokus terkencang di dunia dengan catatan angka hanya 0,06 detik. Bersama dengan sang "adik", A5000, kamera ini menandai berakhirnya brand NEX untuk produk kamera mirrorless APS-C dari Sony, digantikan dengan prefix "a" (Alpha) dan nomer model empat digit. Apa saja peningkatan yang dibawa oleh a6000 dibanding kamera yang digantikannya itu? Ikuti penelusuran singkatnya berikut ini.

Gabungan dua model?

Sony terlihat menerapkan sedikit perubahan pada konsep desain a6000. Tubuh kamera ini dihiasi garis-garis tegas yang cenderung kaku, membuatnya terlihat lebih "kotak" dibanding NEX-6. Finishing yang diterapkan berupa cat matte mulus tanpa motif, berbeda dari NEX-6 yang mengusung spatter-paint finish.

Seorang representatif Sony sempat menyebutkan bahwa a6000 sebenarnya adalah penerus NEX-6 dan NEX-7 sekaligus, sementara a5000 menggantikan dua seri NEX-5 dan NEX-3. Entah memang demikian atau bukan, yang jelas, dengan dua buah kenop di sisi atas yang sekilas tampak seperti tri-navi dials, a6000 pun terlihat lebih mirip dengan NEX-7 daripada NEX-6.

Kedua kenop tadi sebenarnya sama dengan komponen serupa pada NEX-6. Hanya saja peletakannya berbeda. NEX-6 menumpuk exposure mode dial dan command wheel, sementara a6000 memisahkannya. Fungsi kedua kenop tersebut pada a6000 sudah ditentukan sehingga tak bisa diganti-ganti dengan bebas seperti pada NEX-7.

Mode dial a6000 kini memuat pilihan "Recall Memory" atau disingkat RM (mode custom) yang bisa dipakai untuk menyimpan setelan parameter pengguna. Sony juga memperkecil ukuran kedua kenop sehingga sisi atas a6000 masih memiliki ruang cukup untuk memuat unit flash terintegrasi. Flash mungil yang memiliki guide number 6 (ISO 100) ini memiliki engsel yang bisa ditekuk ke belakang untuk memantulkan cahaya ke langit-langit. Cara mengeluarkan flash tersebut tetap sama, yaitu melalui tombol mekanik di sisi belakang kamera yang terasa lebih mudah ditekan dibanding tombol serupa pada NEX-6. Apabila dulu pengguna sampai harus menggunakan kuku jari untuk mengakses flash NEX-6, maka flash milik a6000 bisa diaktifkan dengan sedikit menekan saja.

A6000 memiliki jumlah tombol yang sama dengan NEX-6, hanya saja alokasi fungsi dan labelnya sedikit berbeda.

Gegas

Tubuh a6000 sedikit lebih tebal dari NEX-6, namun handling kedua kamera ini kurang lebih tetap terasa sama di tangan. Yang agak berbeda adalah ukuran dan resolusi viewfinder (EVF) a6000 yang malah mengecil dibandingkan pendahulunya itu. EVF NEX-6 memiliki resolusi 2,36 megapixel, sementara a6000 hanya 1,44 megapixel. Perbedaan antara jendela bidik keduanya bisa terlihat apabila digunakan secara bergantian dengan cepat. Namun, bukan berarti EVF a6000 berkualitas buruk. Pada kenyataannya, jendela bidik kamera ini bekerja dengan baik dan tidak menunjukkan adanya gejala lag dalam kondisi low-light.

Lihat Harga Terbaru Kamera Sony A6000

Bagaimana dengan kecepatan fokus? Ternyata a6000 benar-benar lebih kencang dari NEX-6. Meski kecepatan sesungguhnya sulit diukur, a6000 secara keseluruhan menunjukkan kinerja AF yang lebih gegas dibandingkan NEX-6 saat menggunakan lensa yang sama.

Kamera ini dengan cepat mengunci fokus, termasuk ketika dicoba dengan lensa superzoom E-Mount yang dikenal agak lamban, yaitu SEL 18-200mm f/3.5-5.6 OSS LE. Peningkatan kecepatan fokus pada a6000 akan langsung terasa bagi mereka yang familiar dengan seri kamera NEX dari Sony. Produsen tersebut bahkan berani mengklaim bahwa AF speed a6000 melebihi DSLR entry-level. Soal autofokus ini, Sony juga menerapkan peningkatan lain di luar kecepatan, yaitu jumlah titik phase detection yang bertambah banyak dari 99 buah pada NEX-6 menjadi 179 buah. Fungsi hybrid-AF pun kini mencakup sebagain besar frame gambar.

A6000 dibekali sensor 24 megapixel yang dipasangkan dengan prosesor gambar Bionz X. Meski angkanya sama dengan sensor milik NEX-7, Sony menyebutkan bahwa sensor pada a6000 merupakan jenis yang berbeda dan lebih maju.

Hal lain yang juga berbeda adalah antarmuka menu a6000 yang kini mengadopsi gaya tabbed ala mirrorless fullframe a7 dan a7R. Interface ini lebih gampang digunakan dibanding antaramuka pada kamera NEX sebelumnya, dengan kategorisasi yang jelas sehingga mempermudah pencarian parameter.

tekno.kompas.com

2014-05-17T02:27:00+07:00

: Posted on Sabtu, 17 Mei 2014 - 02.27 with No comments

Kamera Fujifilm X-T1 akhirnya diperkenalkan setelah vendor kamera tersebut merilis kamera X-Pro1. Dengan Fujifilm X-T1, vendor kamera asal Jepang telah pindah kembali ke high-end dengan menawarkan kamera mirrorless dengan keunggulan tahan segala macam cuaca. Kamera ini juga memiliki tampilan yang mirip kamera DSLR.
Ada banyak lagi mana yang datang dari Fujifilm X-T1 memiliki salah satu EVFs terbesar yang pernah kami lihat, banyak dials kontrol manual dan, untuk pertama kalinya pada kamera X -series, pegangan baterai opsional. The ' nyali ' dari X-T1 sangat banyak seperti yang ditemukan pada baru-baru ini mengumumkan X-E2. Ini termasuk 16 megapixel sensor X-Trans CMOS II (dengan deteksi fase on-chip), EXR Processor II, built -in Wi-Fi, dan merekam video full HD. Perbedaan utama antara X-T1 dan X-E2 adalah LCD (miring vs fixed) dan EVF (dalam hal perbesaran), tingkat burst maksimum (8 vs 7 fps), port sync flash dan, tentu saja, desain. Tapi lebih pada nanti. Fitur lain dari catatan tubuh tahan cuaca kamera. Menggunakan lebih dari 75 segel, X-T1 adalah debu dan tahan air, dan beku sampai -10 ° C / +14 ° F. The X-T1 juga penuh dengan cepat di piring atasnya, memungkinkan untuk penyesuaian mudah ISO, kecepatan rana, dan kompensasi eksposur. Di bawah dua dari mereka cepat adalah switch untuk mode drive dan metering. Fuji telah membuat beberapa klaim besar tentang kinerja, mengatakan bahwa X-T1 memiliki ' AF tercepat di dunia 0,08 detik '. Jika itu yang terjadi, ini merupakan peningkatan yang mengesankan atas kamera X -series awal, yang belum kompetitif di arena autofocus seperti beberapa rekan-rekan. The X-T1 juga dapat menembak 8 fps dengan pelacakan subjek-yang terbaik dari setiap model X -series-dan juga kamera pertama yang mendukung kartu ultra-cepat UHS-II SD. Satu hal bahwa X-T1 tidak memiliki built -in flash. Sebaliknya, Fuji telah dibundel flash eksternal kecil, yang memiliki sejumlah panduan dari 8 meter pada ISO 200. Kamera ini menawarkan port kilat sync, selain hot shoe, untuk melampirkan lampunya studio. Pesaing paling langsung ke X-T1 tentu Olympus OM-D E-M1. The X-T1 memiliki besar sensor APS-C, tapi desain dan fitur-bijaksana, mereka sangat mirip. Tetapi mengingat harga dan fitur yang ditetapkan, kami menduga Fujifilm juga memiliki Canon EOS 70D dan Nikon D7100 dalam pemandangan.

Fujifilm X-T1. Kamera Digital
Fujifilm X-T1.
X-T1, Kamera Retro Tahan Cuaca dari Fujifilm.

Kamera mirrorless Fujifilm X-T1 akhirnya benar-benar diperkenalkan setelah informasinya secara tidak resmi terlanjur bocor. Kamera mirrorless yang bergaya retro ini dilengkapi kemampuan "tahan cuaca" alias weather sealing. Dengan demikian, X-T1 seharusnya bisa tetap beroperasi dengan baik di kondisi yang kurang bersahabat dengan kamera pada umumnya, seperti ketika hujan, berdebu, dan bersalju (hingga -14 derajat Celsius)

Sebagaimana dilansir oleh PetaPixel, kamera ini merupakan model mirrorless pertama dari Fujifilm yang dibekali kemampuan weather sealing. Untuk melengkapi X-T1, Fujifilm turut merilis tiga buah lensa zoom tahan cuaca, yaitu XF 18-135mm f/3.5-5.6 R OIS WR, XF 16-55 f/2.8 R OIS WR, dan XF 50-140mm f/2.8 R OIS WR. Tentu, X-T1 juga bisa dipasangkan dengan lensa-lensa mirrorless Fujifilm yang sudah beredar sebelumnya. Tapi kapabilitas weather sealing hanya bisa dimanfaatkan sepenuhnya apabila kamera ini digunakan bersama tiga lensa khusus di atas.

Fuji juga menyediakan aksesori battery grip vertikal yang sama-sama dilengkapi weather sealing.

Fujifilm X-T1 berbentuk mirip DSLR dengan "punuk" yang memuat jendela bidik elektronik (EVF) OLED dengan resolusi 2,36 megapixel. Sensor penangkap gambarnya dari jenis X-Trans CMOS II 16 megapixel (ISO 100-25600) dipasangkan dengan prosesor gambar EXR Processor II. Spesifikasi lain mencakup tilting-LCD 3 inci, burst rate 8 FPS dengan continuous AF, serta dukungan kartu memori jenis SDXC UHS-II yang kecepatan tulisnya dua kali lebih kencang dibandingkan kartu SD standar.

Fujifilm akan mulai mengapalkan X-T1 pada Februari mendatang. Harganya dipatok sebesar 1.300 dollar AS untuk versi body-only dan 1.700 dollar AS untuk kit dengan lensa XF 18-55 f/2.8-4.

tekno.kompas.com

2014-05-15T07:22:00+07:00

: Posted on Kamis, 15 Mei 2014 - 07.22 with No comments

Olympus OMD E-M10, Pertegas Niat Olympus Tinggalkan Segmen Kamera DSLR. Setelah periode bocoran gambar dan rumor, Olympus telah secara resmi mengumumkan kamera terbaru mereka dalam bentuk OMD E-M10. Banyak yang berspekulasi bahwa CP+ bisa ketika Olympus akan membuat pengumuman mereka, tapi kami kira mereka memutuskan untuk mengumumkannya lebih awal bukan yang masuk akal karena CP+ bisa melihat pengumuman mereka dibayangi oleh perusahaan lain.
Dalam setiap kasus spesifikasi kamera tampaknya cukup banyak sejalan dengan apa yang telah kita dengar dalam rumor, yang berarti bahwa kita dapat berharap untuk sensor 16MP Live MOS, sama yang ditemukan di OMD E-M5, dan prosesor gambar TruePic VII yang dipinjam dari OMD E-M1. Fitur lain dari kamera mirrorles OMD E-M10 ini antara lain viewfinder elektronik berkecepatan tinggi, layar LCD 3 inci yang dapat ubin, 3-axis image stabilization, cepat AF, built-in pop-up flash dan akan olahraga tubuh logam, yang tidak menawarkan lebih premium dan nuansa kokoh dibandingkan dengan plastik. Bagi mereka yang tertarik untuk mendapatkan tangan mereka pada kamera, Olympus telah mengumumkan bahwa OMD E-M10 akan tersedia pada awal Februari 2014 dan akan ada body-only dan lensa kit versi untuk memilih dari. Bagi mereka tidak tertarik pada lensa, versi tubuh hanya akan dikenakan biaya £ 529,99, sedangkan versi dengan M.ZUIKO DIGITAL ED 14-42mm f/3.5-5.6 lensa EZ akan biaya £ 699,99.

OMD E-M10. Kamera Digital
OMD E-M10.
OMD E-M10, Jagoan Baru Kamera Olympus.

Setelah selama ini hanya sebatas rumor, Olympus akhirnya secara resmi mengumumkan kehadiran kamera terbarunya yang diberi nama OMD E-M10. Seperti apa spesifikasi yang diusungnya? Kehadiran OMD E-M10 ini semakin mempertegas posisi Olympus untuk meninggalkan segmen kamera DSLR dan lebih berfokus untuk kamera mirrorless Micro Four Thirds (MFT).

Seperti yang diduga sebelumnya, OMD E-M10 ini disematkan sensor 16MP Live MOS, sama seperti yang ditemukan di seri OMD E-M5. Sementara image processor dipinjam dari OMD E-M1, yakni TruPoc VII.

Dikutip dari Ubergizmo, Rabu (29/1/2014), fitur lain di kamera ini juga terdiri dari viewvinder elektronik berkecepatan tinggi, layar LDC 3 inch, 3-axis image stabilization, plus dibungkus dengan bahan metal yang membuatnya berkesa premium.

OMD E-M10 ini tadinya diprediksi akan diumumkan bertepatan dengan pameran fotografi C+ di Jepang, pertengahan Februari mendatang. Namun, Olympus ingin satu langkah di depan dibandingkan kompetitornya.

Seri kamera terbaru ini akan tersedia pada Februari mendatang, dengan banderol harga 529 poundsterling untuk body kit. Namun bila pilihan ditambah dengan lensa 14 - 42mm f/3.5-5.6 l dihargai 699 poundsterling.

inet.detik.com

2014-05-10T04:52:00+07:00

: Posted on Sabtu, 10 Mei 2014 - 04.52 with No comments

Nikon 1 AW1, Kamera Mirrorles Bawah Air Yang Bisa Ganti Lensa Pertama Di Dunia. Kamera mirrorles Nikon 1 AW1 bisa digunakan untuk memotret hingga pada kedalaman 15 meter. Melengkapi kehandalannya sebagai kamera yang tangguh, kamera ini juga mampu menahan benturan (Shockproof) ketika terjatuh dari ketinggian hingga 2 meter, dan tetap memberikan kinerja yang optimal meskipun pada sahu dingin (Freezeproof) hingga 14 derajat Fahrenheit.
Nikon Corporation dengan bangga mengumumkan rilis dari Nikon 1 AW1, kamera canggih dengan lensa yang bisa diganti-ganti. Nikon 1 sistem mengusulkan bentuk-bentuk baru ekspresi pencitraan , dan Nikon 1 AW1 adalah kamera digital pertama di dunia dengan interchangeable lens yang tahan air sampai 15 m (JIS/IEC Kelas 8 (IPX8) setara) dan dapat menahan shock jatuh dari sampai dengan 2 m (MIL-STD-810F Metode 516,5-Shock standar compliant). Nikon 1 AW1 adalah sempurna ukuran yang kompak untuk mengambil mana-mana, dengan konsep yang sama seperti semua Nikon 1 kamera didasarkan, dan mendukung berkecepatan tinggi tingkat continuous shooting tercepat di dunia sekitar 15 fps dengan pelacakan AF dan high-mempercepat pengambilan gambar terus menerus gambar resolusi penuh di sekitar 60 fps bila fokus sudah terkunci. Hal ini juga tahan air sampai 15 m dan dapat menahan shock jatuh dari ketinggian hingga 2 m. Kamera ini memiliki desain yang stylish dan elegan yang sempurna untuk penggunaan sehari-hari di sekitar kota, dan seperti halnya dengan kamera Nikon 1 lainnya, mendukung berbagai 1 lensa Nikkor serta F-mount lensa Nikkor (Mount Adapter FT1 diperlukan). Bila digunakan dengan dedicated 1 NIKKOR 10mm f/2.8 dan AW 1 NIKKOR AW 11- 27.5mm f/3.5-5.6 lensa-pertama lensa tahan air dan shockproof dunia akan dirilis pada waktu yang sama dengan Nikon 1 AW1 tempat dan situasi di mana fotografi adalah mungkin diperluas untuk menyertakan adegan lebih outdoor, seperti di pegunungan dan di pantai. Nikon 1 AW1 dilengkapi dengan fungsi kontrol tindakan yang memungkinkan operasi cepat dan mudah seperti beralih antara layar menu, dan fungsi kunci kontrol yang mencegah operasi disengaja saat mengenakan sarung tangan, serta built-in kompas elektronik, altimeter, alat pengukur, layar cakrawala virtual, dan fungsi data lokasi yang dapat digunakan untuk membuat log mendalam pelacakan atau posisi. Ia juga menawarkan sejumlah fungsi unik yang membuat pemotretan outdoor lebih mudah, termasuk pilihan tampilan luar yang membuat tampilan lebih mudah dibaca di luar ruangan atau di mana pun ambient pencahayaan terang. Sebuah modus kreatif baru Underwater yang membuatnya mudah bagi siapa saja untuk menikmati fotografi bawah air telah ditambahkan. Pengguna dapat memilih dari tiga pilihan di bawah air: Standard, Scuba, dan Close up. Terlebih lagi, warna dapat dilihat dan disesuaikan dengan menggunakan tampilan layar hidup untuk mencapai warna yang diinginkan. Sejumlah fungsi yang mudah digunakan untuk fotografi bawah air juga telah ditambahkan, termasuk opsi Underwater untuk white balance dan kontrol otomatis distorsi. Nikon 1 AW1 mempertahankan waterproofing sampai 15 m ( JIS / IEC Kelas 8 ( IPX8 ) setara) dengan rubber seal antara depan dan penutup bodi belakang , dan O-ring di mount . Hal ini juga dapat menahan shock jatuh dari sampai dengan 2 m ( MIL - STD -810F Metode 516,5 : Shock standar compliant ) . Bila digunakan dengan dedicated 1 NIKKOR 10mm f/2.8 dan AW 1 NIKKOR AW 11 - 27.5mm f/3.5-5.6 lensa - lensa * 2 tahan air dan shockproof pertama di dunia yang akan dirilis pada waktu yang sama dengan Nikon 1 AW1 -the kamera menjadi model terbuka yang dapat digunakan dalam situasi dan tempat-tempat yang belum pernah mungkin , seperti di pantai dan saat turut berpartisipasi dalam olahraga musim dingin . Dengan penggunaan sehari-hari , kamera mendukung berbagai macam lensa , termasuk 1 lensa Nikkor dan berbagai F-mount lensa Nikkor ( opsional Mount Adapter FT1 diperlukan ) , sehingga pengguna dapat menikmati menggunakan lensa yang paling merespon mata pelajaran tertentu atau mencapai hasil yang diinginkan kreatif . Adopsi bahan non - slip pada grip mencapai memegang aman pada kamera dengan penembakan , dan besar , tombol spasi di atas kamera memastikan sederhana dan nyaman operasi , yang keduanya perlu dengan penggunaan outdoor. Stainless steel pada permukaan depan bodi kamera meningkatkan kekuatan dan mencegah karat , tidak hanya membantu membuat kamera shockproof , tetapi juga memberikan penampilan yang elegan dengan rasa kehadiran yang akan menarik perhatian orang lain bila digunakan di sekitar kota . The Nikon1 AW1 tersedia dalam perak yang membuat sebagian besar dasar stainless steel , kulit - nada hitam, dan putih glossy . Super berkecepatan tinggi sensor CMOS AF adalah sensor gambar CX -format yang dikembangkan oleh Nikon . Hotel ini menawarkan 73 -point phase-detection AF dan 135 -point kontras - mendeteksi AF , serta waktu pengambilan gambar terpendek di dunia lag * 1 . Dengan jumlah pixel efektif 14,25 juta piksel bahwa Nikon 1 AW1 memiliki , ia menawarkan kinerja yang unggul pada tingkat kepekaan yang tinggi dengan dukungan untuk ISO 160-6400 . Ini juga mendukung pengambilan gambar terus menerus kecepatan tinggi di sekitar 15 fps * 2 dengan pelacakan AF dan pengambilan gambar terus menerus kecepatan tinggi gambar resolusi penuh pada 60 fps * 3 bila fokus sudah terkunci. Kamera ini dilengkapi dengan Advanced Hybrid Sistem AF , yang memanfaatkan baik AF fase-deteksi dan kontras - mendeteksi AF . Phase-detection AF menawarkan cepat fokus dan pelacakan unggul subyek bergerak . Kontras - mendeteksi AF menawarkan kinerja yang unggul dengan menembak di lingkungan gelap atau remang-remang . Hal ini memungkinkan pengguna untuk menangkap tembakan-tembakan sekali dalam seumur hidup dari subyek bergerak , atau hewan peliharaan atau anak-anak yang gerakan tidak dapat diprediksi . Kamera ini dilengkapi dengan 3A mesin pengolahan gambar EXPEED , dioptimalkan khusus untuk Nikon 1 kamera , untuk pengolahan gambar sangat cepat . Masih gambar menunjukkan kualitas gambar yang superior dapat ditangkap ketika merekam film full-HD tanpa mengganggu perekaman film . Kombinasi kecepatan tinggi sensor CMOS AF super, 1 lensa NIKKOR yang memanfaatkan teknologi optik yang dihasilkan dari sejarah panjang perkembangan lensa Nikkor , dan 3A mesin pengolahan gambar EXPEED memastikan proses berkecepatan tinggi serta gambar diam dengan kualitas gambar yang superior dan film dengan kualitas gambar yang sama unggul.

Nikon 1 AW1. Kamera Digital
Nikon 1 AW1.
Nikon 1 AW1, Kamera Waterproof yang Bisa Ganti Lensa.

Nikon meramaikan pasar kamera waterproof lewat kehadiran Nikon 1 AW1. Bedanya dengan kamera sejenis adalah, piranti ini tergolong kamera mirrorless interchangeable lens alias memiliki kemampuan bertukar lensa. Ya, disebut-sebut ini adalah kamera waterproof perdana yang memiliki kemampuan tersebut. Secara fisik, kamera ini menyerupai Nikon 1 J1. Namun tentu saja, Nikon 1 AW1 dirancang lebih tangguh dan bandel.

Saat dibawa ke dalam air, model tersebut bisa bertahan hingga 49 kaki. Shockproof-nya bisa dibuktikan hingga 6 kaki sedang untuk freezeproof bisa dibawa dalam suhu 14 derajat Fahrenheit. Kamera ini, seperti dikutip dari TheVerge, Kamis (19/9/2013), juga memiliki settingan white balance custom serta mode scuba dan close-up. Keberadaan GPS juga bisa dijumpai di sini, termasuk juga kompas elektronik, pengukur kedalaman dan altimeter.

AW1 hadir dengan sensor format CX 14,1 MP. ISO-nya adalah 100-6.400 dan bisa menangkap still image pada 15 fps hingga 60 fps saat pengguna mengunci autofocusnya. Dari sisi video, AW1 mampu merekam 1080p, sedang untuk slow-motion, piranti ini menawarkan 400 fps atau 1.200 fps.

Nikon menyediakan pilihan warna hitam, putih, silver untuk bodinya, serta rubber grip case warna warni. Nikon 1 AW1 dengan lensa 11-27.5mm bakal dibanderol USD 799,95 dan yang dipasangkan dengan lensa 10mm f/2.8 dihargai USD 999,95.

inet.detik.com

2014-05-09T03:22:00+07:00

: Posted on Jumat, 09 Mei 2014 - 03.22 with No comments

Fujifilm X-A1, Tanpa X-Trans Agar Harga Kamera Jadi Lebih Murah. Fujifilm X-A1 tidak bisa disebut sebagai penerus Fujifilm X-M1 karena pada X-A1 justru ada sistem pendukung yang dihilangkan agar harga kamera ini bisa menjadi lebih murah. Dua kamera mirrorless buatan Fujifilm memang punya tampilan indentik. Hanya saja X-A1 tidak menggunakan X-Trans pada sensor APS-C 16,3MP seperti yang terpasang pada X-M1.
Butuh beberapa saat , tapi Fujifilm akhirnya memutuskan untuk secara resmi mengumumkan X - A1 , model adik lama direncanakan dari X - M1 . Mari kita memotong hak untuk mengejar : Ada sedikit perbedaan antara kamera ini . Mereka terlihat sangat banyak yang sama , mereka menawarkan tombol yang sama dan kontrol , prosesor yang sama , kecepatan / kinerja operasi yang sama , fitur yang sama , menu yang sama , membangun yang sama , bahan dan ukuran , bahkan sama 16 MP sensor Sony . Tentu saja, ada satu kecil namun penting perbedaan lagi di departemen sensor : The X - M1 memiliki warna array filter X - Trans ( CFA ) tanpa anti - aliasing ( AA ) filter, sedangkan X - A1 menggunakan Bayer konvensional CFA dengan filter AA ( untuk mengurangi / menghilangkan moiré yang tidak diinginkan ) . Jadi apa masalahnya ? Nah, X - A1 adalah dengan cukup margin lebih terjangkau dibandingkan dengan X - M1 , dan dilengkapi dengan satu set yang berbeda dari pilihan warna : merah / silver , hitam , biru, hitam / silver dan coklat / silver . Namun, tidak semua pilihan warna akan tersedia di semua pasar . Sebagai contoh, pelanggan di Jerman hanya bisa berharap akan ditawarkan X - A1 dalam warna hitam , biru dan merah / silver . Ini juga telah disebutkan bahwa X - A1 akan didistribusikan sebagian besar online dan melalui outlet besar seperti Walmart atau MediaMarkt bukan toko kamera khusus . Dengan X - A1 , Fuji menargetkan nilai pelanggan sensitif terhadap harga yang tertarik upgrade ke kamera kompak dengan sensor DSLR - kualitas yang lebih besar . Tapi itu hanya pemasaran . Bagi banyak menggunakan dunia nyata , perbedaan kualitas gambar antara X - A1 dan X - M1 akan benar-benar diterima . Jika mereka tidak , Nikon , Canon , Sony , Olympus dan sisanya tidak akan mampu menjual kamera Bayer kepada siapa pun . Mari kita menjadi cerdas : X - Trans besar, dan tentu saja memiliki keuntungan , tapi itu bukan persyaratan untuk mengambil gambar yang tampak hebat . Jadi jika Anda tidak menikah dengan X - Trans , X - A1 adalah pilihan yang layak dan cukup menarik dengan proposisi nilai yang menarik . Ini juga merupakan cara yang terjangkau untuk memperluas investasi X -series yang ada dengan opsi generasi kedua kompak . Ini kecil dan ringan , fitur resolusi tinggi LCD dimiringkan , itu lebih cepat dan lebih maju ( baik mengenai hardware dan firmware ) dari X - E1 atau X - Pro1 , dan sensor Bayer adalah sebanding dengan penawaran saat ini dari Nikon ( Nikon A ) dan Ricoh ( Ricoh GR ) . Harap dicatat bahwa pro dan kontra yang saya sebutkan dalam artikel Look Pertama X - M1 saya juga berlaku untuk X - A1 , jadi bukan mengulang sendiri sekali lagi , aku lebih suka bergerak bersama dengan materi baru.

Fujifilm X-A1. Kamera Digital
Fujifilm X-A1.
Fujifilm X-A1, Kamera Mirrorless Ramah Kantong.

Fujifilm kembali menggelontorkan kamera mirrorless untuk segmen entry level namun dengan harga yang lebih miring dari versi sebelumnya. Sekilas, X-A1 yang merupakan versi terbaru, terlihat kembar saat disandingkan dengan X-M1. Namun, di seri terbaru ini Fujifilm membuat sejumlah pengorbanan demi menyesuaikan harganya.

Kamera X-series terbaru ini dibanderol USD 599,95 (sekitar Rp 6 jutaan), lebih murah dibanding saat X-M1 dirilis yang dipatok di harga USD 799.99 (sekitar Rp 8 jutaan). Penggunanya akan mendapatkan lensa kit 16-50mm f/3.5-5.6 OIS, demikian seperti dikutip dari TheVerge, Selasa (17/9/2013). Pun, meski X-A1 juga datang dengan sensor APS-C 16,3MP sama seperti di X-M1, namun sensor ini tidak hadir dengan X-Trans yang didesain salah satunya untuk meminimalisir munculnya moire.

Selebihnya, X-A1 berbagi spesifikasi yang sama dengan X-M1, antara lain keberadaan EXR Processor. Dengan 'otak' ini, kamera ini diklaim hanya membutuhkan waktu setengah detik untuk startup timenya. ISO-nya juga sama, berkisar antara 100-25.600, layar LCD 3 inch model tilt dengan 920.000 titik, serta terdapat WiFi untuk kemudahan transfer foto.

Untuk kemampuan videonya adalah 1080p pada 30fps. Sama pula seperti X-M1, kamera ini sangat ringan berkat pemakaian material polycarbonate plastic di bodinya. Tak ada juga viewfinder di sini yang agak mengurangi kesan retro saat memakainya. Sebagai tambahan, Fujifilm juga merilis lensa telephoto 50-230mm f/4.5-6.7 OIS dengan banderol USD 399.

inet.detik.com

2014-05-08T01:37:00+07:00

: Posted on Kamis, 08 Mei 2014 - 01.37 with 1 comment

Kamera digital Olympus OM-D E-M1 memiliki tampilan yang mirip dengan produk kamera sebelumnya, OM-D E-M5. Namun, tentu saja kamera mirrorless yang diklaim menyaingi kamera DSLR full frame ini mendapatkan tambahan fitur baru yang membuat kamera Olympus OM-D E-M1 disebut-sebut bisa disejajarkan dengan kamera DSLR papan atas.
Dengan kompatibilitas dengan Micro Four Thirds, Olympus OM-D E-M1 memiliki akses ke 16 Olympus Micro Four Thirds lensa, dan 26 lensa dari produsen lain. Ada juga akses ke 23 Four Thirds lensa menggunakan MMF-3 adapter, yang menyediakan auto fokus untuk lensa, sehingga jumlah lensa yang tersedia untuk 65. Kamera ini dirancang untuk memiliki pegangan yang nyaman yang akan sesuai dengan penggunaan kedua Micro Four Thirds dan Empat lensa Thirds, dan baru OM-D E-M1 dirancang untuk menggabungkan yang terbaik dari Four Thirds dan Micro Four Thirds, dengan Olympus resmi mengatakan tidak akan ada lagi Four Thirds Digital SLR. Olympus OM-D E-M5 akan tetap di pasar. TruPic prosesor gambar VII baru dikombinasikan dengan sensor baru ini dirancang untuk memberikan suara yang lebih baik pada ISO25600, dibandingkan dengan E-M5, dan serta kinerja noise yang lebih baik tidak kehilangan saturasi warna sebanyak. Prosesor gambar baru ini juga memberikan koreksi chromatic aberration (yang pertama bagi Olympus Micro / Four Thirds kamera), optimalisasi ketajaman berdasarkan lensa terpasang (Bila menggunakan Olympus 43 atau lensa M43), ini juga bekerja untuk mengoreksi difraksi karena aperture kecil, dan juga menyediakan filter low-pass-kurang moiré penghapusan . Peningkatan operasi remote-baru E-M1 dilengkapi dengan sebuah aplikasi penembakan jarak jauh diperbarui, memberikan akses ke P/A/S/M mode pemotretan, shutter / pengaturan aperture, serta WB, kompensasi eksposur, dan pengaturan ISO. Aplikasi kontrol remote baru juga mendukung Bulb/fitur Waktu Hidup Hidup Olympus sehingga Anda dapat melihat paparan foto di smartphone. Interval shooting telah diperbaiki dengan kamera sekarang memungkinkan hingga 999 gambar yang akan diambil, dan kamera akan secara otomatis membuat video 100 detik dalam kamera. EVF ini menggunakan LCD yang sama pada VF-4, namun telah ditingkatkan untuk memberikan pandangan perasaan lebih alami, dengan teknologi kecerahan adaptif yang secara otomatis menyesuaikan tingkat kecerahan tergantung pada kondisi pencahayaan. EVF Pilihan pratinjau meliputi: Aspek kontrol, Tampilan diperbesar, Tone (Sorot / Bayangan kontrol Tone), dan Pencipta Warna. Pencipta Warna adalah fitur baru yang memungkinkan Anda dengan mudah mengubah warna dan saturasi warna menggunakan bagian depan dan belakang cepat. Hal ini dapat disesuaikan secara real time dalam jendela bidik, dan Anda dapat menyimpan hingga 4 pengaturan untuk gaya foto Anda sendiri. Fokus: deteksi Tahap digunakan untuk Four Thirds lensa, dan Kontras Detection digunakan untuk Micro Four Thirds lensa, seperti Micro Four Thirds lensa dioptimalkan untuk bekerja dengan baik dengan kontras fokus deteksi. Tahap deteksi AF menggunakan spasi piksel untuk menghindari degradasi kualitas gambar. Fokus memuncak tersedia, meskipun sayangnya ini tidak tersedia dalam mode video.

Olympus OM-D E-M1. Kamera Digital
Olympus OM-D E-M1.
Flasghip Olympus di lini Micro Four Thirds disegarkan dengan kemunculan model OM-D E-M1. Diklaim, kamera ini memiliki kualitas foto yang menyaingi kamera DSLR full frame. Alih-alih menyebutnya sebagai penerus E-M5, produsen kamera asal negeri Sakura ini menjuluki kamera tersebut sebagai suksesor dari DSLR E-5 yang dikenalkan pada tahun 2010 silam.

Image yang diklaim memiliki kualitas baik ini merupakan hasil dari perpaduan sensor Live MOS 16,3MP dengan image processor TruePic VII. Ia mampu mengcapture 10 fps (frame per second). Ia memiliki electronic viewfinder (EVF) yang berukuran besar, LCD dengan layar sentuh, dan bodi dari magnesium alloy yang tahan debu dan percikan air. Olympus juga memboyong 5-axis image stabilization yang ada di E-M5. Keberadaan built in WiFi yang ada di sini berguna untuk mengkoneksikan kamera tersebut dengan smartphone atau tablet.

Untuk menambah pilihan lensa, Olympus secara bersamaan juga mengumumkan dua lensa profesional. Yang pertama adalah lensa 12-40mm f/2.8 yang dirancang dustproof dan waterproof. Sedangkan lensa kedua adalah jenis zoom telephoto 40-150mm dengan aperture f/2.8.

Kamera OM-D E-M1 ini dirilis pada bulan Oktober 2013 dan untuk lensa baru tersebut menyusul pada tahun 2014. Belum diketahui kapan kamera dengan kisaran harga USD 1399 (body only) atau USD 2199 (dengan lensa M.Zuiko Digital ED 12-40mm f/2.8) ini akan menyambangi Indonesia.

inet.detik.com

2014-05-07T01:10:00+07:00

: Posted on Rabu, 07 Mei 2014 - 01.10 with No comments

Sony Alpha 3000, Kamera DSLR Dan Mirrorless Dalam Satu Genggaman. Sony Alpha 3000 merupakan salah satu dari produk kamera digital yang menggabungkan tipe DSLR dan mirrorless. Dengan Alpha 3000, Sony berusaha menyasar pengguna entry-level yang ingin menghasilkan gambar demi gambar seperti seorang fotografer profesional.
Sony bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara "kebutuhan emosional dan keinginan" dari pengguna, kebutuhan dan keinginan umumnya dirawat di kedua kamera sistem kompak dan berukuran penuh kamera DSLR-gaya - tapi tidak dalam satu paket. Untuk Sony, ini berarti bahwa ILCE-3000 (alias A3000) harus ringan dan relatif kecil namun masih mampu bertindak dan merasa seperti DSLR profesional - dengan kata lain, itu bagian dari kategori kamera baru. Perangkat ini berjalan dengan nama ILCE-3000 dan bekerja dengan E-Mount lensa keluarga Sony - itu baik SLR digital dan kamera interchangeable lens, bekerja dengan sensor gambar bertenaga tinggi Exmor dengan prosesor gambar BIONZ untuk melakukan angkat berat . Dengan 20 + megapixel mengambil foto kebesaran, kamera ini siap untuk menjadi pembangkit tenaga listrik untuk pengguna umum. Kamera ini bekerja dengan meningkatkan Lihat pengalaman Sony Live. Sony menunjukkan bahwa pandangan hidup sehari-hari auto-fokus pada kebanyakan DSLR hanya terlalu lambat, A3000 bekerja "seperti" titik dan menembak. Ini berarti bahwa dengan pengalaman View Hidup disempurnakan, Anda punya lebih cepat, lebih dekat real-time. Adapun jendela bidik fisik, Anda juga punya sedikit 100% cakupan bingkai - apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda menembak. Dengan Sony Alpha 3000 pengguna bekerja dengan sensor Exmor APS HD CMOS 20.1 megapixel dengan sekitar efektif. Di bawah kap mesin Anda bekerja dengan prosesor BIONZ yang sama seperti yang ditemukan dalam kamera Sony A99, ini memungkinkan pengolahan citra bertenaga tinggi dari depan ke belakang. Prosesor ini memungkinkan fitur seperti efek gambar - banyak yang dapat dilihat di jendela bidik digital dalam modus pratinjau - hidup, yaitu.

Sony Alpha 3000. Kamera Digital
Sony Alpha 3000.
Kamera Ekonomis Kawinkan Mirrorless dan DSLR.

Dibanding model mirrorless, kamera DSLR masih memiliki beberapa kelebihan, terutama dari segi bentuk yang relatif lebih nyaman digenggam. Lalu, mengapa tidak menggabungkan mekanisme kerja mirrorless dengan bentuk DSLR? Inilah yang ditawarkan kamera Alpha 3000, kamera yang diproduksi oleh Sony. Meski bertampang mirip DSLR, Alpha 3000 sejatinya adalah kamera mirrorless e-mount yang bisa memakai lensa-lensa untuk seri kamera Sony NEX. Atau, dengan kata lain, Alpha 3000 boleh dibilang merupakan kamera NEX yang "dibungkus" tubuh ala DSLR, lengkap dengan exposure mode dial, hand grip besar, dan "punuk" tempat menyimpan pop-up flash.

Selain Sony, produsen kamera mirrorless lain yang juga membuat kamera mirip DSLR termasuk Panasonic (seri G dan GH) dan Samsung.

Untuk Sony Alpha 3000, sebagaimana dikutip dari Wired, di dalamnya dibekali sensor APS-C 20 megapixel dengan tingkat sensitivitas ISO 100-16000. Karena tak memiliki cermin pemantul cahaya, kamera ini memiliki jendela bidik elektronik dan layar LCD 3 inci. Namun, yang paling menarik mungkin adalah harganya. Kamera ini dibanderol seharga 400 dollar AS atau sekitar Rp 4,4 juta, termasuk lensa kit 18-55mm f/3.5-5.6. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan kebanyakan kamera mirrorless lain dan DSLR entry-level yang beredar di pasaran saat ini. Alpha 3000 bahkan masih lebih murah dibandingkan kamera saku premium dari pabrikan yang sama, CyberShot RX100, yang dihargai 600 dollar AS.

Lihat Harga Terbaru Kamera Sony Alpha 3000

Bersama dengan Alpha 3000, Sony juga memperkenalkan sebuah kamera mirrorless lain, yaitu NEXT-5T. Ada juga tiga lensa baru untuk platform e-mount, yakni Zeiss Vario-Tessar T* E 16-70mm f/4 ZA OSS, Sony 18-105mm f/4 G, dan Sony 50 f/1.8 (warna hitam), masing-masing secara berurutan dihargai 1.000 dollar AS, 600 dollar AS, dan 300 dollar AS.

tekno.kompas.com

2014-04-01T00:28:00+07:00

: Posted on Selasa, 01 April 2014 - 00.28

Kategori Kamera MIRRORLESS adalah halaman yang menampilkan daftar judul artikel yang mengulas atau membahas tentang produk kamera jenis Mirrorless yang diproduksi oleh berbagai vendor.


Kamera Digital, sejak 30 April 2014 | Template by Full Blog Design | Proudly powered by Blogger
Kamera Digital